Sejarah Perkembangan Fiber Optik Indonesia

Sejarah Fiber Optik ǀ Sejarah fiber optik pada jaman Romawi dimana kaca ditarik serat, Chappe bersaudara Perancis menemukan telegraf tahun 1790an. Sistem lampu dipasang di menara, menyampaikan pesan dari satu menaa ke menara selanjutnya. Fisikawan Daniel Corodon dan Jacques Babinet mendemonstrasikan tahun 1840an mengarahkan cahaya di sepanjang sungai pada pertunjukkan air mancur. John Tyndall tahun 1854, fisikawan Inggris mendemonstrasikan cahaya bergerak dalam aliran air melengkung, membelokkan sinyal cahaya.

Membuktikan membuat tangki air dengan pipa yang mengalir dari satu sisi, busur cahaya mengarah ke bawah sepanjang air. Alexander Graham Bell telah mematenkan sistem telepon optik disebut dengan photophone tahun 1880. William Wheeler menemukan sistem pipa cahaya yang dilapisi yang sangat reflektif menerangi rumah dengan cahaya pada tahun yang sama. Dr Ross dan Dr Royce dari Wina tahun 1898 menggunakan batang kaca bengkok menerangi rongga tubuh.

John Roggy tahun 1920an mematenkan ide menggunakan bar array transparan mengirim gambar ke televisi dan claence W Hansel dengan mesin faks. Mahasiswa kedokteran bernama Heinrich Lamm, tahun 1930 menemukan serat optik yang diujicoba dalam penelitiannya. Eksperimennya berawal dari transmisi cahaya melalui bahan serat optik agar memiliki fungsi lebih baik mengembangkan fiber optik. Tahun 1958 para ilmuwan Inggris mengusulkan serat optik prototipe terdiri dari inti kaca yang dibungkus dengan kaca lain.

John MacChesney dan Paul O Connor, tahun 1973, di Bell Laboratories, bentuk ultratransparent glass menghasilkan serat optik. Proses pengendapan uap kimia ke bentuk ultratransparent glass yang telah menghasilkan serat optik. Sampai saat ini memiliki rugi-rugi (daya) sangat kecil dan diproduksi secara massal. Awal tahun 1960an perubahan terjadi di Asia, ilmuwan Jepang berhasil menciptakan jenis serat optik yang dapat transmisikan gambar.

Ilmuwan mencoba menjinakkan cahaya daripada menimbulkan cahaya lewat kaca (serat optik). Ketika sekitar tahun 1959 laser ditemukan dengan bekerja pada frekuensi daerah sekitar 1014 Hertz 15 Hertz frekuensi gelombang mikro. Sekitar tahun 1960 ditemukan serat optik dengan kemurnian sangat tinggi yang kurang dari satu bagian dalam satu juta. Serat sangat jelas tidak memberikan aliran listrik murni dengan penerangan normal mata dalam melihat obyek.

Fiber optik suatu serat optik memiliki saluran transmisi (sejenis kabel) sinyal cahaya terbuat dari kaca atau plastik sangat halus dan lebih kecil dari rambut. Elias Snitzer tahun 1961 dari American Optical menerbitkan deskripsi teoritis tentang serat mode tunggal mentransmisikan cahaya. Mendemonstrasikan laser terpancar melalui fiberglass halus guna aplikasi medis. Menerbitkan risalah tahun 1964, Charles Kao dan George Hockham dari UK Standar Communications Laboratories secara teori, photoloss dari fiberglass dengan menghilangkan kotoran dikurangi secara dramatis.

Para ilmuwan Corning Glass Works mencapai tujuan menciptakan serat mode tunggal dengan rendaman kurang dari 20 dB/km tahun 1970. Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Nokia Bell Labs bersama kelompok Institut Fisika Joffe di Leningrad mendemonstrasikan laser semikonduktor memancarkan gel pada suhu normal. Mengembangkan metode deposisi uap kimia memanaskan fase uap kimia dan oksigen membentuk kaca ultra transparan tahun 1973. Proses ini memungkinkan produksi massal fiber optik low-loss menjadi standar pembuatan kabel fiber optik.

Sambungan fiber optik non eksperimental pertama dipasang oleh Polisi Dorset (Inggris) tahun 1975, lalu lintas telepon pertama melalui fiber optik di Long Beach, California pada dua tahun kemudian. Perusahaan telekomunikasi mulai menngunakan serat secara ekstensif pada akhir 1970an dan awal 1980an guna membangun infrastruktur komunikasi. Pada pertengahan 1980an jaringan fiber optik digital 100% nasional pertama, penguat serat ditambahkan erbium. Mengurangi biaya sistem serat jarak jauh menghilangkan kebutuhan repeater opto-elektro-optik tahun 1986 oleh David Payne dari University of Southampton dan Emmanuel Desurvire dari Bell Labratories.

Beroperasi pertama kali kabel telepon transatlantik berdasar teknologi amplifikasi optimal dari Desurvire tahun 1988. Desurvire dan Payne mendemonstrasikan penguat optik terpasang pada kabel fiber optik. Membawa lebih dari 100 kali lebih banyak informasi daripada kabel amplifier elektronik. Serat kristel fotonik dikembangkan tahun 1991 memandu cahaya difrakdi dari struktur periodik refleksi internal.

Mentransmisikan daya lebih efisien daripada serat tradisional menghasilkan peningkatan kinerja. Kabel fiber optik dengan penguat optik diletakkan di Samudra Pasifik menjadi jaringan kabel tunggal terpanjang di dunia dan menyediakan infrastruktur internet. Berbagai industri seperti medis, militer, telekomunikasi, industri, penyimpanan data, jaringan dan penyiaran menggunakan teknologi fiber optik berbagai aplikasi.

Sejarah Fiber Optik dan Perkembangannya di Indonesia

Perkembangan fiber optik di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan sejarah fiber optik dunia pada awal tahun 1930an di Jerman, fiber optik belum dipergunakan pada saat itu. Sejarah perkembangan fiber optik di Indonesia persisnya tidak jelas, lebih mengarah pada pemanfaatan teknologi fiber optik. Fiber optik adalah sebuah serabut kaca berukuran sangat kecil sebesar rambut berfungsi memandu gelombang cahaya. Dapat mengirimkan informasi dalam bentuk gelombang cahaya, seperti transmitter, kabel diber optik dan receiver.

Transmitter disini berfungsi mengubah informasi dari gelombang elektrik sesuai dengan gelombang cahaya, membangkitkan dan merambatkan melalui kabel fiber optik. Kabel fiber optik berfungsi sebagai tempat merambatnya gelombang cahaya atau pemandu gelombang. Terdapat banyak jenis kabel fiber optik yang dapat disesuaikan dengan penggunaannya. Receiver sebagai penerima sinyal optik yang diubah menjadi gelombang.

Penggunaan fiber optik di Indonesia mengalami perkembangan yang disebabkan serat fiber optik bahwa data yang dikirim lebih cepat dan akurat. Pernggunaan fiber optik di Indonesia adalah jaringan internet, pengiriman data, telekomunikasi, perangkat pengintaian dan lain sebagainya. Penyedia jaringan internet fiber optik diantaranya Telkom, MNC, Biznet Network dan First Media. Kelebihan internet menggunakan fiber optik bahwa koneksi lebih stabil dan pengiriman data jauh lebih cepat.

Resiko lost signal sangat kecil dan biasanya hal ini tergantung paket yang dipilih. Pemanfaatan fiber optik Indonesia sebagai alat pengiriman data biasa dipergunakan pada pabrik, industri atau gudang dan arus data jauh lebih lancar. Fiber optik mempergunakan pengiriman data dari kamera IP CCTV lebih baik dibanding wireles IP Camera.

Sejarah fiber optik dan perkembangannya di Indonesia telah menginspirasi PT DCT Total Solutions mengembangkan pemanfaatan fiber optik. PT DCT Total Solutions menjadi sarana urusan instalasi fiber optik secara menyeluruh sampai menyiapkan keseluruhan infrastruktur pendukungnya. Untuk lebih detailnya dapat hubungi via email info@dct.co.id dan nomor whatsapp 0899-0288-888.