Apa Itu Jembatan Timbangan WIM dan Fungsinya?

Jembatan Timbangan WIM ǀ Jembatan timbangan WIM (Weigh In Motion) kendaraan tidak perlu berhenti untuk ditimbang, cukup melewati timbangan dengan kecepatan rendah. Data berat kendaraan sudah dapat tercatat dengan cepat dan akurat dalam berbagai industri. Hal ini menjadi pilihan dalam proses penimbangan kendaraan industri seperti konstruksi, logistik dan lain sebagainya. Jembatan timbangan jenis ini memiliki keunggulan dalam hal investasi, efisiensi dan fleksibilitas.

Keunggulan Jembatan Timbangan WIM

Berikut keunggulan jembatan timbangan WIM yang tidak dimiliki timbangan lain dalam situasi tertentu:

  1. Meningkatkan operasional dan produktivitas

Proses penimbangan kendaraan lebih efisien tanpa perlu berhenti dan mematikan mesin, cukup dengan kecepatan rendah. Sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma dan lebih banyak kendaraan yang dapat ditimbang. Jembatan timbangan WIM cocok dipergunakan di lokasi yang memiliki trafik kendaraan yang tinggi.

  • Hemat biaya

Pemasangan jembatan timbangan WIM cukup mudah dan memiliki beban biaya minimum dan dapat menjadi pilihan. Timbangan yang mudah dalam perawatan dan memiliki kebutuhan listrik cukup rendah. Hal ini membuat perusahaan menghemat biaya operasional secara keseluruhan.

  • Mendeteksi cepat kelebihan berat kendaraan

Jembatan timbangan WIM mampu dengan cepat mengenali kendaraan yang memiliki berat melebihi aturan. Hal ini mencegah cepat memasuki jalan umum dan cocok dipergunakan pada lokasi jalan tol.

  • Peningkatan efisiensi operasional

Jembatan timbangan WIM difungsikan tanpa harus ditungguin petugas memberikan efisiensi operasional pekerjaan. Hal ini dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan yang mencegah kekurangan muatan. Cocok dipergunakan di industri yang membutuhkan konsistensi jumlah produk yang keluar masuk.

  • Terintegrasi fitur tambahan

Jembatan timbangan WIM terintegrasi berbagai macam fitur tambahan seperti kamera CCTV, lampu lalu lintas dan lain sebagainya. Data penimbangan secara otomatis tersimpan dan mudah dibaca di layar monitor ruang operator sebagai dokumen.

Semua kegiatan manusia membutuhkan mobilitas berbagai kebutuhan transportasi angkutan barang. Setiap tahun terjadi perbaikan kerusakan jalan dipengaruhi oleh berbagai hal yang rumit. Jalan rusak yang telah diperbaiki didesain dengan umur hingga puluhan tahun. Kondisi subgrade permasalahan drainase kualitas pengerasan jalan sampai menjadi beban yang berlebihan.

Overdimension Overload (ODOL) 

Overdimension Overload (ODOL) sebutan untuk kendaraan yang memiliki dimensi dan muatan berlebihan, melanggar aturan daya angkut serta dimensi kendaraan. Umumnya kendaraan ODOL mudah dikenali di jalanan dengan laju kendaraan yang relatif lambat. Hal ini akibat muatan terlalu berat atau dimensi kendaraan berlebihan menyebabkan sulit bermanuver. Kendaraan ODOL tidak hanya berakibat memperlambat kondisi lalu lintas saja, namun juga menyebabkan mempercepat kerusakan jalan.

Ancaman keselamatan pengguna jalan lain berakibat kecelakaan lalu lintas tidak kalah penting. Pemerintah telah mentargetkan bebas ODOL pada tahun 2023 yang dapat merugikan keuangan negara. Hal ini tentu membutuhkan kerja sama lintas sektoral dan keseriusan semua pihak. Salah satu cara yang dilakukan menggunakan jembatan timbangan WIM di sejumlah ruas jalan.

Jaringan jalan memiliki beberapa daya dukung yang berbeda adanya klasifikasi mengikuti sarana kendaraan. Jembatan timbang sebagai pengendalian muatan angkutan barang ditimbang berat kendaraan termasuk pada saat kondisi statis atau berhenti. Kendaraan yang melanggar akan dikenai sanksi tilang guna mencegah adanya kendaraan ODOL. Hal ini menjaga adanya laju kerusakan perkerasan jalan porposional dengan beban kendaraan yang melebihi batas.

Apa Itu Jembatan Timbangan WIM

Jembatan timbangan WIM diartikan sebagai suatu proses pengukuran beban dinamis dari roda suatu kendaraan yang bergerak. Hal ini juga dapat memperkirakan kesesuaian beban roda pada saat kendaraan dalam kondisi statis. Suatu proses penimbangan yang dilakukan pada saat kendaraan dalam posisi bergerak atau tetap melaju. Hasil penimbangan perlu dikoreksi dan dikalibrasi secara berkala agar mendekati kondisi statis kendaraan.

Jembatan timbangan WIM sebagai sistem sensor massa pada platform bertulang yang berada di perkerasan jalan. Plarform ditopang oleh kolom yang menahan regangan terhubung dengan kabel berupa jejak osiloskop dianalisis manual. Menghitung bobot jarak, gandar dan kecepatan kendaraan pada tahun 1952 oleh United States Bureau of Public Roads sebagai salah satu upaya awal pengembangan WIM. Missisippi State College Amerika Serikat, tahun 1955 bereksperimen menggunakan timbangan kapasitor metal plate dan rubber sheet.

Hasil penimbangan yang didapatkan dari eksperimen tersebut dipengaruhi temperatur, gaya traksi, gaja kejut dan efek tepi. Teknologi sensor WIM berkembang pada dekade 70 an seperti wire, strip and sensor, capacitive, piezoelectric dan fiber optics. Berbagai negara mengeluarkan berbagai standar mengalibrasi sensor sehingga hasil yang dikeluarkan sistem WIM dapat lebih akurat.

Fungsi Teknologi WIM

Mengantisipasi kelebihan muatan dan ketertiban pengemudi pengangkut barang agar menimbang muatan saat melintas. Kementerian Perhubungan mulai melakukan penimbangan dengan mengoperasikan teknologi jembatan timbangan WIM. Hanya 20 % kendaraan yang mau menimbang dari total kendaraan yang melintas dari catatan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Dengan menggunakan WIM akan dapat mempercepat deteksi kendaraan yang berpotensi melanggar kelebihan muatan.

Teknologi WIM sejatinya dapat dipergunakan sama dengan jembatan timbang yang jauh lebih praktis. WIM dapat mengukur berat kendaraan saat sedang melaju berbeda dengan jembatan timbang konvensional. Apabila jembatan timbang konvensional mewajibkan kendaraan berhenti terlebih dahulu pada saat melakukan penimbangan. WIM dilengkapi sensor kamera mencatat dan mendata terekam langsung terintegrasi dengan server data.

Seperti mencatat plat nomor, kecepatan, jenis kendaraan, konfigurasi sumbu sampai dimensi kendaraan. Kendaraaan melanggar langsung ditindak secara tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Dengan adanya WIM, pengemudi kendaraan muat barang diharapkan lebih tertib.  Peraturan terkait penimbangan muat barang memiliki dasar hukum berupa undang-undang bagi pengemudi maupun pengusaha.

Teknologi WIM di Indonesia bukan hal yang baru, beberapa jembatan berperan sebagai jembatan timbang yang dipasang WIM. Jalan tol juga telah menerapkan sistem WIM yang terintegrasi dengan diimplementasikan sejak 2014. Seluruh kendaraan yang melintas jalan tol merupakan kendaraan overload, dengan diterapkannya teknologi ini kendaraan overload berkurang. Dengan demikian betapa efektifnya sistem WIM diterapkan lebih banyak pada ruas jalan di Indonesia.

Aplikasi teknologi WIM ini merupakan langkah tepat yang perlu dilakukan penindakan tegas dan sosialisasi pengguna jalan bahayanya kendaraan ODOL. Koordinasi antar lembaga dan kerja sama dari masyarakat menjadi hal yang mutlak dilakukan. Teknologi ini hanya sebagai alat bantu, semuanya tergantung pada sumber daya manusia dan penegakan hukum di lapangan.

PT DCT Total Solution memiliki teknologi timbangan kendaraan modern yang akurat mengukur berat dan dimensi kendaraan tanpa berhenti dan menunggu hasil. Akurasi hingga mencapai kurang lebih 98%, mengurangi kejadian laka lantas dengan pemasangan WIM (Weigh In Motion). Untuk lebih jelasnya dapat hubungi nomor 021-824-24-888 atau WA 0899-0288-888.