Fungsi Load Cell Jembatan Timbangan Mobil Truk di Jalan Tol

Jembatan Timbangan ǀ Jembatan timbangan merupakan alat menimbang kendaraan barang atau truk yang tetap atau dapat dipindahkan. Dipergunakan mengetahui berat kendaraan dengan muatan untuk pengawasan jalan pada industri, pelabuhan, pertanian. Pengukuran pada load cell menggunakan prinsip kerja tekanan menggunakan strain gage sebagai sensor. Strain gage disini transducer pasif yang dapat mengubah pergeseran mekanis menjadi perubahan tahanan.

Perubahan tahanan besarnya sama dengan perubahan regangan diukur menggunakan jembatan wheatstone bentuk digital. Hasil pengukurannya nanti dikonversikan yang ditampilkan melalui layar monitor menjadi dalam bentuk digital. Beberapa komponen yang diketahui dalam jembatan timbangan guna mengukur muat angkut barang yaitu:

  1. Indikator, fungsinya mengetahui dan membaca berat muatan truk ditimbang memiliki peran pengukuran awal. Komponen atau bagian sangat penting pada pengukuran awal jembatan timbangan berat muatan truk.
  2. Load cell, sensor jembatan timbangan diantara pondasi dan konstruksi dari bahan plat dan besi. Load cell ini pada umumnya terbuat dari bahan alloy stell dan stainless stell.
  3. Konstruksi, terbuat dari bahan plat dan besi didesain khusus sebagai alat timbang melalui sertifikasi pengukuran.
  4. Pondasi, tidak jauh berbeda dengan pondasi pada umumnya yaitu dengan menggunakan cor beton, bagian dasarnya memakai base plate menahan load cell dan kontruksi.
  5. Soffware dan printer, dipergunakan pada jembatan timbangan untuk mengukur dan menganalisa muatan. Soffware dapat merekam data material pada muatan truk yang lewat, printer mencetak hasil rekaman data dikonversikan nilai digital.

Cara Kerja Jembatan Timbangan

Secara umum cara kerja jembatan timbangan yaitu:

  1. Permukaan platform dipasang di atas beberapa load cell;
  2. Load cell terbuat dari bahan kuat dan tahan lama seperti baja dengan pengukur tegangan di dalamnya;
  3. Pengukur tegangan terdiri dari jaringan kawat mengirim arus listrik ringan;
  4. Load Cell dibebani suatu daya berat, jaringan kawat pengukur regangan menjadi tertekan.
  5. Perubahan jaringan kawat menghasilkan perbedaan dalam arus listrik yang sedang melewati load cell.
  6. Perbedaan tersebut menjadi sinyal yang dikirimkan ke load cell.
  7. Sinyal dari load cell dikirim ke kotak persimpangan atau junction box menggabungkan sinyal dari beberapa load cell.
  8. Sinyal tersebut dijumlahkan ke indikator jembatan timbangan yang mengubah sinyal dari kotak persimpangan menjadi digital.
  9. Nilai numerik penimbangan akan muncul pada layar LED indikator.

Prosedur Penimbangan

Jembatan timbangan dipergunakan memastikan penimbangan kendaraan tidak melebihi beban sebelum melakukan perjalanan. Timbangan truk menentukan total berat muatan yang dibawa kendaraan yang keluar masuk pabrik. Prosedur yang dipergunakan dalam penimbangan muatan kendaraan termasuk cukup sederhana yaitu antara lain:

  1. Pengemudi menginstruksikan mendekati jembatan timbangan secara perlahan memasuki platform tanpa memutar, mengerem mendadak.
  2. Keseluruhan kendaraan dipastikan di atas platform, tidak ada ban menyentuh selain permukaan. Hal ini akan menyebabkan nilai penimbangan yang dilakukan kendaraan tersebut akan tidak akurat.
  3. Pengemudi dan penumpang diminta keluar dari kendaraaan dan timbangan ketika transaksi perdagangan finansial. Pengemudi tetap berada di dalam kendaraan ketika prosedur penegakan hukum peraturan jalan berlaku.
  4. Penimbangan kendaraan dengan atau tanpa muatan ketika masuk lokasi dicatat nilai berat kendaraan.
  5. Penimbangan kembali kendaraan yang sama meninggalkan lokasi, memastikan nilai timbangan pada dokumen pengukuran.
  6. Pencatatan nilai berat bersih dihitung selisih berat kendaraan saat masuk dan keluar lokasi pada dokumen pengukuran.

Faktor Pengaruh Keakuratan Penimbangan

Pada saat melakukan penimbangan truk tidak menghasilkan nilai yang akurat perlu dipertimbangkan empat faktor berikut:

  • Load Cell

Perangkat utama pada sistem penimbangan truk dengan menghasilkan nilai berat yang lebih akurat. Memiliki batas beban maksimum mengukur besar beban yang melebihi batas akurasi hasil terganggu. Kualitas load cell menentukan tingkat keakuratan penimbangan dengan merek baik atau ternama.

  • Penimbangan

Ketidakakuratan hasil penimbangan diakibatkan proses penimbangan posisi kendaraan tidak benar di atas platform. Memastikan kendaraan memasuki platform timbangan secara perlahan tanpa melakukan pengereman mendadak dan ditengah.

  • Lingkungan

Lingkungan dapat mempengaruhi keakuratan timbangan truk dengan cara memberikan daya tambahan kepada timbangan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti angin kencang, getaran, gangguan arus listrik dan kebersihan timbangan.

  • Gangguan sinyal

Cara kerja load cell pada penimbangan kendaraan dengan mengirimkan sinyal listrik ke indikator. Apabila terjadi gangguan sinyal, maka nilai beban yang tertera pada indikator akan salah. Seperti sinyal televisi analog, sinyal radio, kelembaban kabel, perubahan temperatur dan lain sebagainya.

PT DCT Total Solution memiliki teknologi timbangan kendaraan modern yang akurat mengukur berat dan dimensi kendaraan tanpa berhenti dan menunggu hasil. Akurasi hingga mencapai kurang lebih 98%, mengurangi kejadian laka lantas dengan pemasangan WIM (Weigh In Motion). Untuk lebih jelasnya dapat hubungi nomor 021-824-24-888 atau WA 0899-0288-888.