PRODUCT & SERVICES
PRODUCT & SERVICES
SYSTEM INTEGRATOR
NETWORK INFRASTRUCTURE
TOLL EQUIPMENT
SYSTEM INTEGRATOR
NETWORK INFRASTRUCTURE
TOLL EQUIPMENT

Sistem tenaga surya kini menjadi solusi populer untuk memenuhi kebutuhan listrik, baik skala rumah tangga, komersial, maupun industri. Salah satu keputusan paling penting sebelum memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah memilih antara sistem on-grid atau off-grid. Kedua sistem memiliki karakteristik, biaya, dan cara kerja berbeda, sehingga pemilihan yang tepat akan memengaruhi efisiensi, keandalan, dan biaya operasional jangka panjang. Artikel ini membahas perbedaan kedua sistem secara mendalam, termasuk tips memilih sesuai kebutuhan.
Sebelum membahas biaya atau cara kerja, penting memahami konsep dasar kedua sistem ini.
On-grid adalah sistem PLTS yang terhubung langsung ke jaringan listrik PLN. Energi yang dihasilkan panel surya dapat digunakan secara langsung untuk konsumsi listrik dan kelebihan daya dapat dikirim kembali ke jaringan. Sistem ini memungkinkan pemilik mendapatkan kredit listrik melalui mekanisme net metering di beberapa negara.
Off-grid adalah sistem mandiri yang tidak terhubung ke jaringan PLN. Listrik dari panel surya disimpan terlebih dahulu di baterai untuk digunakan saat dibutuhkan. Sistem ini ideal untuk lokasi terpencil tanpa akses listrik, seperti rumah di pedesaan, pos tambang, atau fasilitas pertanian.

Ada juga varian hybrid, yaitu kombinasi on-grid dan off-grid. Sistem ini menggunakan jaringan PLN sebagai cadangan saat produksi surya tidak cukup dan baterai untuk penyimpanan lokal. Hybrid memberikan fleksibilitas optimal antara efisiensi dan kontinuitas daya.
On-grid memerlukan panel surya, inverter grid-tied, dan sistem monitoring. Tidak selalu membutuhkan baterai, karena energi langsung dialirkan ke jaringan. Ini membuat biaya awal lebih rendah dibanding off-grid.
Off-grid membutuhkan panel surya, inverter off-grid, baterai penyimpanan, dan kontroler pengisian (charge controller). Komponen baterai menjadi kunci keberhasilan, karena menentukan kemampuan sistem menyuplai listrik saat malam atau cuaca mendung.
Sistem on-grid memiliki mekanisme kerja yang berbeda dibanding off-grid. Memahami cara kerjanya membantu mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya.
Panel surya menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi arus searah (DC). Arus DC ini kemudian dikirim ke inverter, yang akan mengubahnya menjadi arus bolak-balik (AC) agar sesuai dengan standar listrik rumah tangga dan jaringan PLN, memungkinkan penggunaan listrik secara langsung.
Inverter grid-tied berperan mengubah DC menjadi AC sekaligus menyinkronkan tegangan, frekuensi, dan fase dengan jaringan PLN. Saat terjadi pemadaman listrik, inverter otomatis berhenti mengirim energi untuk keamanan, mencegah arus balik ke jaringan dan melindungi teknisi PLN.
Energi yang dihasilkan panel surya digunakan langsung oleh peralatan rumah atau industri. Jika konsumsi listrik lebih rendah dari produksi panel, kelebihan energi akan mengalir kembali ke jaringan PLN, membantu mengurangi penggunaan listrik dari jaringan utama dan meningkatkan efisiensi energi.
Beberapa negara menerapkan sistem net metering, di mana kelebihan energi yang dikirim ke PLN dicatat sebagai kredit listrik. Kredit ini dapat digunakan untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya. Sistem ini efektif menurunkan biaya listrik sekaligus memaksimalkan penggunaan energi surya.
Salah satu keunggulan utama on-grid adalah tidak memerlukan baterai besar, sehingga biaya investasi awal lebih rendah dan perawatannya lebih sederhana. Sistem ini sangat cocok untuk daerah dengan jaringan PLN stabil, karena suplai listrik utama selalu tersedia dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Off-grid bekerja mandiri tanpa bantuan jaringan listrik, sehingga semua energi harus disimpan dan diatur secara lokal.
Energi yang dihasilkan panel surya dialirkan melalui charge controller untuk mengisi baterai. Charge controller berfungsi melindungi baterai dari pengisian berlebih (overcharge) dan memastikan energi tersimpan secara optimal, sehingga sistem dapat menyediakan listrik saat malam hari atau cuaca mendung.
Baterai menyimpan energi yang dihasilkan untuk digunakan saat panel surya tidak memproduksi listrik, seperti malam hari atau cuaca mendung. Kapasitas baterai menentukan durasi pasokan listrik mandiri. Semakin besar kapasitas, semakin lama sistem dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah atau fasilitas.
Inverter off-grid mengubah arus DC dari baterai menjadi AC yang bisa digunakan peralatan rumah tangga atau industri. Selain itu, inverter menjaga kestabilan tegangan dan frekuensi, sehingga meskipun panel surya tidak menghasilkan energi, suplai listrik tetap aman, stabil, dan dapat diandalkan.
Sistem off-grid sering dilengkapi manajemen beban untuk mengatur penggunaan listrik. Fitur ini memprioritaskan peralatan penting ketika daya tersisa terbatas, menghindari kehabisan listrik mendadak, dan memastikan sistem bekerja efisien sesuai kapasitas energi yang tersedia di baterai.
Keunggulan utama sistem off-grid adalah sepenuhnya mandiri tanpa bergantung pada jaringan PLN. Ideal untuk lokasi terpencil atau kondisi darurat. Namun, perencanaan kapasitas panel dan baterai harus matang, karena sistem harus mampu memenuhi kebutuhan listrik sepanjang hari dan malam.
Biaya menjadi salah satu faktor utama dalam memilih sistem PLTS. Perbandingan kedua sistem cukup signifikan.
Sistem on-grid memiliki biaya awal lebih rendah karena tidak membutuhkan baterai besar. Komponen utama hanya panel surya, inverter grid-tied, dan kabel. Secara umum, biaya investasi awal bisa 30–50% lebih murah dibanding sistem off-grid, membuatnya ideal untuk rumah tangga dan industri kecil.
Off-grid membutuhkan baterai penyimpanan berkapasitas besar dan charge controller yang kompleks. Hal ini membuat biaya awal lebih tinggi dibanding on-grid. Namun, investasi tambahan ini memberikan independensi energi, memungkinkan pasokan listrik tetap tersedia di lokasi tanpa akses PLN.
Biaya operasional sistem on-grid relatif rendah karena tidak ada baterai yang harus diganti secara rutin. Perawatan terbatas pada pembersihan panel surya, pengecekan inverter, dan kabel. Dengan perawatan minimal, sistem ini tetap optimal dan dapat bertahan puluhan tahun dengan biaya rendah.
Sistem off-grid memerlukan perawatan intensif, termasuk pengecekan dan penggantian baterai berkala, pemeliharaan inverter, serta monitoring sistem untuk memastikan suplai listrik stabil. Biaya operasional tahunan lebih tinggi dibanding on-grid, tapi ini sepadan untuk lokasi terpencil atau kebutuhan energi mandiri.
On-grid biasanya memiliki payback period lebih cepat karena energi surplus bisa dijual ke PLN atau dicatat melalui net metering, sehingga tagihan listrik berkurang. Off-grid membutuhkan waktu lebih lama untuk balik modal karena investasi awal lebih tinggi dan biaya baterai signifikan, meski memberikan kemandirian energi.
Pemilihan sistem PLTS harus berdasarkan kebutuhan, lokasi, dan budget. Berikut panduan memilih antara on-grid dan off-grid.
Jika lokasi memiliki jaringan PLN stabil, sistem on-grid menjadi pilihan efisien dan hemat biaya karena memanfaatkan jaringan utama. Sebaliknya, untuk lokasi terpencil atau tanpa listrik, sistem off-grid menjadi solusi utama karena mampu menyediakan listrik secara mandiri sepanjang hari.
Untuk konsumsi listrik besar dan fluktuatif, sistem hybrid atau off-grid dengan baterai berkapasitas tinggi lebih cocok. Sedangkan on-grid lebih sesuai untuk rumah tangga atau industri kecil dengan kebutuhan listrik standar, karena memanfaatkan jaringan PLN saat produksi panel tidak cukup.
Wilayah dengan sinar matahari konsisten membuat on-grid bekerja optimal, karena energi langsung digunakan atau dikirim ke PLN. Untuk daerah dengan periode mendung panjang, sistem off-grid memerlukan kapasitas baterai lebih besar agar suplai listrik tetap stabil dan tidak tergantung cuaca.
Sistem on-grid lebih hemat biaya awal dan perawatan rutin, sementara off-grid memerlukan investasi besar di baterai dan charge controller, serta pemeliharaan intensif. Pertimbangan budget jangka panjang dan kemampuan perawatan menjadi kunci dalam menentukan sistem yang tepat untuk rumah atau fasilitas industri.
Jika tujuan utama adalah mengurangi tagihan listrik dengan dukungan PLN, on-grid menjadi pilihan ideal. Namun, jika fokusnya pada independensi energi, kesiapsiagaan darurat, atau operasional di lokasi terpencil, off-grid atau hybrid lebih sesuai, meski membutuhkan investasi awal dan perawatan lebih tinggi.
Memahami perbedaan on-grid dan off-grid adalah kunci dalam merencanakan sistem PLTS yang efisien. Sistem on-grid cocok untuk lokasi dengan jaringan PLN dan mengutamakan efisiensi biaya melalui net metering. Sistem off-grid cocok untuk lokasi terpencil atau kebutuhan mandiri, meski memerlukan investasi awal dan perawatan lebih tinggi.
Pemilihan sistem sebaiknya mempertimbangkan akses jaringan, kebutuhan energi, kondisi cuaca, budget, dan tujuan jangka panjang. Dengan perencanaan matang, sistem solar panel dapat memberikan suplai listrik yang andal, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung energi bersih serta berkelanjutan.