Harga Sistem Listrik Tenaga Surya Kini Makin Murah

Harga Sistem Listrik Tenaga Surya Kini Makin Murah

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) saat ini mulai banyak digunakan di banyak negara, termasuk di Indonesia, sebagai alternatif pemasok listrik selain PLTA. Sesuai namanya, PLTS ini memanfaatkan energi dari surya atau cahaya matahari yang kemudian dikonversi ke energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga atau industri, seperti lampu, peralatan rumah tangga, menjalankan mesin pabrik, dan lain-lain.

Umumnya, PLTS ini digunakan di daerah-daerah yang tidak terjangkau pembangkit listrik dari pemerintah (dalam hal ini PLN). Jadi, PLTS menjadi alternatif bagi mereka yang kesulitan atau belum mendapat pasokan listrik dari pemerintah. Meski merupakan energi alternatif, namun PLTS ini ternyata memiliki beberapa kelebihan, di antaranya ramah lingkungan, tidak membutuhkan bahan bakar, dan merupakan sumber energi yang berkelanjutan.

Tidak seperti pembangkit listrik lainnya yang membutuhkan generator untuk menghasilkan energi listrik, listrik tenaga surya hanya menggunakan panel surya atau sel surya untuk menerima pasokan energi dari cahaya dan panas matahari. Bisa dikatakan, energi yang berasal dari sistem ini adalah energi gratis. Di samping itu, tanpa generator, sistem ini tidak menghasilkan suara bising dan tidak menghasilkan limbah atau polusi apapun.

Listrik tenaga surya juga tidak membutuhkan bahan bakar. Karena murni berasal dari cahaya matahari, maka listrik tenaga surya tidak membutuhkan bahan bakar seperti solar, bensin, dan sebagainya yang berimbas pada penghematan biaya. Di samping itu, karena energi berasal dari matahari, maka sumber energi ini dijamin tidak akan habis sebelum bumi berhenti berputar. Bahkan, ketika matahari tidak bersinar lantaran mendung atau sudah memasuki malam hari, sistem ini masih memiliki energi cadangan yang biasanya disimpan di dalam baterai.

Harga-Sistem-Listrik-Tenaga-Surya-Kini-Makin-Murah

Seiring dengan berjalannya waktu, biaya atau harga listrik tenaga surya juga semakin murah. Sejak tahun 2009 lalu, harga listrik tenaga surya telah merosot hingga 62 persen. Bahkan, pada tahun 2025 mendatang, biaya untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga surya diperkirakan turun menjadi 73 sen per Watt, atau merosot hampir 36 persen jika dibandingkan harga saat ini yang sekitar 1,14 dolar AS.

Sementara itu, Laboratorium Energi Terbarukan Departemen Energi AS malah menyebut penurunan biaya listrik tenaga surya dari 1,2 dolar AS saat ini menjadi 1 dolar AS per watt pada tahun 2020 mendatang. Adapun Bloomberg New Energy Finance, memperkirakan bahwa pada tahun 2025 mendatang, secara global tenaga surya bisa jadi lebih murah jika dibandingkan tenaga batubara.

Di Indonesia sendiri, saat ini sudah ada produsen yang menjual paket listrik tenaga surya dengan harga relative murah. Jika dihitung secara garis besar, saat ini sistem listrik tenaga surya (lengkap dengan seluruh perangkatnya) dijual di kisaran harga USD 9 hingga USD 10 per Watt atau sekitar Rp119.700 hingga Rp133.300 per Watt. Jadi, jika Anda menggunakan 2 panel surya dengan daya 100 WP (total 200 WP), maka estimasi biaya kurang lebih 200 x Rp133.300 = Rp2.660.000.

BACA JUGA:

Cara Membuat Listrik Tenaga Surya Tegangan 220 Volt

Cara Lain Membuat Instalasi Listrik Tenaga Surya

Apakah yang Dimaksud Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Surya-Diesel?

Ini Alasan Memperbaiki Perangkat Listrik Tenaga Surya di Indonesia Jadi Hal yang Sulit

Membuat Generator Listrik Tenaga Surya

Artikel Lainnya…

© 2004 - 2017 DCT Group Company