Cara Membuat Listrik Tenaga Surya Tegangan 220 Volt

Cara Membuat Listrik Tenaga Surya Tegangan 220 Volt

Di zaman yang serba modern ini, listrik telah menjadi kebutuhan pokok, tidak cuma bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, melainkan juga di daerah pedesaan. Harga listrik yang terus mengalami kenaikan seelain disebabkan oleh faktor kebutuhan listrik yang semakin besar juga disebabkan oleh biaya produksi listrik yang semakin tinggi. Hal ini diakibatkan oleh karena listrik konvensional diproduksi menggunakan bahan bakar tak terbarukan yang harganya makin melambung.

Di Indonesia, kebutuhan akan listrik selama ini memang ditangani oleh PLN. Namun sayangnya, masih banyak daerah yang tidak bisa di-cover oleh PLN sehingga mereka tidak memperoleh akses listrik. Karena itu, salah satu solusi yang sedang digalakkan pemerintah adalah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di daerah-daerah yang tidak terjangkau PLN.

Sesuai namanya, PLTS merupakan pembangkit yang memanfaatkan tenaga surya atau tenaga matahari untuk menghasilkan listrik. Pembangkit ini dinilai memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pembangkit lainnya, seperti PLTA atau PLTG, karena selain lebih ramah lingkungan, juga mendapatkan energi yang tidak akan habis (terbarukan).

Selain mengandalkan PLTS, Anda sebenarnya juga bisa membuat sistem listrik tenaga surya secara mandiri untuk menyuplai kebutuhan listrik harian Anda. Langkah ini dinilai tepat karena selain ramah lingkungan, juga bisa menghemat pengeluaran Anda untuk listrik. Seperti diketahui, tarip progresif pemakaian listrik yang tinggi dapat dihemat dengan listrik tenaga surya.

Cara-Membuat-Listrik-Tenaga-Surya-Tegangan-220-Volt

Untuk memasang sistem listrik tenaga surya di rumah, empat komponen yang perlu dipersiapkan adalah panel surya, solar charge controller, baterai atau aki, serta inverter. Panel surya atau solar cell berfungsi mengonversi energi matahari menjadi energi listrik, solar charge controller digunakan untuk mengontrol proses pengisian muatan listrik dari panel surya ke baterai atau aki, baterai berguna untuk menyimpan arus listrik, sedangkan inverter merupakan perangkat yang dibutuhkan untuk mengubah arus DC menjadi arus AC dengan tegangan umumnya 220 Volt.

Anda bisa menggunakan panel surya tipe monocrystalin yang memberikan efisiensi energi yang baik pada saat matahari terik atau polycristalin yang tetap berproduksi dengan baik saat sinar matahari meredup. Sebanyak 6 buah panel surya  dengan rincian yakni 4 buah panel surya berkapasitas masing-masing 100 WP (Watt Peak) dan dua buah panel surya berkapasitas masing-masing 50 WP. Dua pasang (seri) panel surya 100 WP disambung secara paralel dengan sepasang (seri) panel surya 50 WP yang bakal menghasilkan output tegangan sebesar 36 Volt dan arus maksimum 14,6 Ampere.

Setelah itu, output dari panel surya yang sudah dirangkai dialirkan ke dalam solar charge controller yang kemudian diatur untuk pengisian baterai atau aki dan juga beban ke inverter. Hal yang harus Anda perhatikan adalah besarnya kabel koneksi. Berhubung arus yang akan mengalir ke solar controller dan kemudian ke baterai dan inverter cukup besar, maka kabel harus menyesuaikan, dengan acuan untuk arus sebesar 10 Ampere, maka kabel yang dipasang setidaknya memiliki ukuran luas penampang minimal 2,5 mm persegi, karena jika kurang dari angka itu maka kabel bisa panas dan terbakar.

Untuk solar charge controller, bisa menggunakan dengan kapasitas 30 Ampere, karena sudah menggunakan teknologi MPPT sehingga efisiensi dalam pengisian aki lebih tinggi. Sesuai spesifikasi panel surya dengan arus pengisian 14,6 Ampere, dengan solar controller ini, kelebihan tegangan panel surya dikonversi ke arus pengisian sehingga totalnya menjadi kurang lebih 18 Ampere.

Sementara, jenis aki bisa menggunakan aki basah sebanyak 2 x 100 Ah dan 2 x 60 Ah yang dikombinasikan secara seri dan paralel. Dari konfigurasi tersebut, diperoleh aki 24 Volt dengan kapasitas muatan listrik 160 Ah. Aki basah digunakan karena aki jenis ini memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan aki kering, meski memang harus rajin diperiksa kadar airnya setiap dua bulan sekali.

Setelah itu, Anda juga perlu menyiapkan inverter jenis pure sine wave dengan kemampuan daya 500 Watt agar dapat mengubah sumber tegangan DC sebesar 24 Volt pada aki menjadi tegangan AC berkapasitas 220 Volt. Inverter pure sine wave ini juga disarankan karena lebih aman untuk semua peralatan elektronik di rumah.

BACA JUGA:

Cara Lain Membuat Instalasi Listrik Tenaga Surya

Apakah yang Dimaksud Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Surya-Diesel?

Ini Alasan Memperbaiki Perangkat Listrik Tenaga Surya di Indonesia Jadi Hal yang Sulit

Membuat Generator Listrik Tenaga Surya

Penerapan Listrik Tenaga Surya di Indonesia

Artikel Lainnya…

© 2004 - 2017 DCT Group Company